SELAMAT DATANG DI RUMAH PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA (PMII) CABANG LOMBOK TIMUR

Rabu, 06 Mei 2009

PMII LOTIM SIAP MEMBOIKOT

Salam pergerakan…!!!

Sungguh tragis kondisi perpolitikan Indonesia yang di anggap naik satu peringkat keatas dalam sistem pengambilan hak suara justru merupakan PEMILU terburuj pasca Reformasi karna terlihat nyata di isi dengan TIPILU oleh oleh PARPOL peserta PEMILU 2009 seperti money politik,mencuri star jadwal kampanye,kampanye di luar jadwal,menaruh atribut PARPOL di tempat_tempat yang di larang yang tidak menghormati UU PEMILU 2009 dan masih banyak lagi,belum pula berbica tentang voter gosht/pemilih siluman yang begitu sangat banyak sehingga berimplikasi terhadap penggelembungan DPT yang tak kunjung kelar

sehingga dalam 2 pekan ini PMII LOTIM melakukan berbagai proses aksi dikarnakan kondisi PILEG sebelumnya merupakan sejarah yang begitu teramat pahit dari berbagai juru pantauan mahasiswa dari berbagai elemen,kenyataan yang terlihat bahwa PILEG yang baru ini berlalu di anggap adalh sebuah keberhasilan PEMILU yang cukup sangat membanggakan dari pihak KPUD alasannya bahwa dari 70% target yang di harapkan Lmbok timur justru berhasil mencapai 80% tingkat keberhasilan PEMILU ( menurut Ketua KPUD dan jajarannya pada hearing 4 mei lalu )

Padahal menurut pantauan lapangan yang telah kami lakkukan di berbagai TPS justru sangat berbeda dengan apa yang di sampaikan oleh pihak KPUD itu sendiri

Dilapangan banyak terjadi penggelembungan suara, karma banyak suara ganda,bayaknya masyarakat yang tidak dapat memilik karna tidak mendapat kartu pemilihanserta banyaknya buta aksara yang terjadi di Lombok timur sehingga tidakk memungkinkan untuk 80% tersebut..

Dalam PILEG kemarin terlihat tidak tercap[ainya azas Demokrasi di Lombok timur,karma para petugas keamanan yng berda di TPS-TPS tidak terlihat serius dalam pengawan PILEG sehingga membiarkan begitu saja Panitia pelaksana PEMILU masuk mencontreng bagian dari masyarakat yang terkesan lama di dalam bilik pemilihan karma tidak mampu membaca serta tidak tahu memilih di sebabakan kebingungan begitu banyaknya pilihan yang harus mereka lakukan.

Akhinya Selasa 5 mei kemarin PMII melakukan aksi analisa PEMILU di depan PENDOPO dan di depan kantor kejaksaan dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian,dalam aksi tersebut polisi memberi sikap perlawan terhadap PMII yang awalnya hanya melakukan orasi di depan kantor Kejaksaan sehingga mengakibatkan terjadinya bentrokan antara Mahasiswa PMII dengan aparat keamanan tersebut sehingga nmenyebabkan 3 mahasiswa PMII luka memar.tapi semua itu bias teretasi ketika sahabat ADA SUCI MAKBULLAh,ketua Advokasi PC PMII LOTIM melantangkan tuntutan_tuntutan dari Mahasiswa PMII yang terdiri dari 5 tuntutan

  • menuntut PANWASLU lebih bekerja keras untuk menindak PARPOL yang melakukan TIPILU
    menuntut KEPOLISIAN untuk tidak refresip dan menindak tegas oknum/PARPOL tanpa tebang pilih
    menuntut kepolisian dalam menerima kesaksiaan dari saksi untuk tidak tidak terlalu mengintimidasi saksi hingga saksi tidak mau lagi memberi kesaksiaan
    menuntut PANWASLU,KEPOLISIAAN,KEJAKSAAN,DAN KPU untuk selalu mencitrakan independensi
    mengajak masyarakat untuk proaktif pada PILPRES 2009 dengan selalu mengontrol kinerja KPU<PANWASLU<KEJAKSAAN dan KEPOLISIIAN....

berkaca dari PILEG kemarin supaya pihat terkait untuk mewujudkan PEMILU yang JURDIL..

USUL DI TOLAK TANPA DI TIMBANG

HANYA ADA SATU KATA..

LAWAN...LAWAN..LAWAN...!!!

Read More..

Jumat, 20 Maret 2009

Deklarasi Kampaye Lombok Timur

Pada tanggal 14 Maret 2009, hingar bingar kampanye partai politik segera dimulai di Kabupaten Lombok Timur. Memulai kampanye hari ke-1, semua parpol yang ikut bertarung di Lombok Timur, 36 Parpol, mengikuti pawai kampanye damai yang diselenggarakan oleh KPU Lombok Timur dan diikuti oleh ke 36 parpol.


Acara tersebut dipusatkan (dimulai) di Taman Kota Selong. Dihadiri oleh Sekda mewakili Bupati, KPU, Panwaslu dan pimpinan-pimpinan Parpol, acara dimulai dengan penandatanganan kesepakatan antar parpol pada sekitar jam 14.00 wita.

Bunyi ikrar kesepakatan tersebut adalah:

Kami peserta pemilu bersepakat untuk melaksanakan pemilu 2009 sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku serta bertanggung jawab atas pelaksanaan kampanye secara damai dan siap menerima semua bentuk konsekuensi dari hasil pemilu baik kalah maupun menang.


Penandatanganan dilakukan oleh pemimpin parpol. Sebagian besar pemimpin parpol menandatangani kesepakatan tersebut.

Setelah itu, Sekda, KPU, Panwaslu, juga memberikan tandatangan sebagai saksi dari kesepakatan tersebut.

Usai penandatanganan, dengan mendapat kawalan dari POLISI, para peserta melakukan pawai keliling ke daerah-daerah seluruh Lombok Timur.

Menurut aturan dari KPU, setiap parpol diperbolehkan membawa maksimal 4 buah mobil (meski ada juga parpol yang melibatkan mobil melebihi kesepakatan 4 buah, belum ada teguran). Pada pawai hari pertama ini, tidak ada pawai sepeda motor untuk meminimalisir resiko kecelakaan.


Namun secara kasat mata, pelanggaran pemilu dilakukan oleh sebagian besar parpol (terutama parpol lama dan besar). Pelanggaran yang dilakukan adalah berupa pengerahan massa dengan memakai mobil truk bak terbuka. Mumpung lagi boleh barangkali, ya?

Selamat berkampanye! Santun, mendidik dan damai.


Peace di tandatangan, peace di kampanye, peace di tingkah laku, peace di hati!

Peace men! Peace! source gururidho


Read More..

Tuan Guru dan Politik Praktis

Keterlibatan tuan guru dalam ruang politik nampaknya harus di pandang secara serius. Sebab sebagaimana dipahami bahwa politik di Indonesia sangat sarat dengan fragmentasi kepentingan sesaat. Sedangkan seperti yang kita fahami bahwa misi politik dan misi keagamaan yang diemban oleh tuan guru adalah dua buah misi yang sangat berbeda satu sama lain. Misi agama bersandar pada citra ilahi yang mengandalkan loyalitas total, subordinateship, worship (baca: pengabdian), boolean (baca: ya atau tidak), dan keihlasan yang terkait dengan dimensi keilahian, sedangkan politik bercorak profan, duniawi sekuler, short term, sarat kepentingan, kenyal (abu-abu), dan terkait dengan posisi kuasa.

Di Nusa Tenggara Barat, sejak zaman orde baru, wilayah politik praktis nyaris identik dengan tuan guru. Di samping karena masyarakat Lombok sangat paternalistik, juga karena pengetahuan masyarakat tentang politik, tokoh politik, maupun partai politik sangat kurang. Masyarakat mengandalkan pilihan politiknya (seperti juga pilihan-pilihan hidup lainnya) kepada pondok pesantren dengan tuan guru sebagai figur sentral.

Keterlibatan tuan guru dalam parade politik belakangan ini (sejak masa reformasi, karena pada masa orde baru, tuan guru tidak boleh berpolitik, hanya diminta untuk mengarahkan ummat ke salah satu paratai politik yang berkuasa) merupakan artikulasi sosial tuan guru terhadap kehidupan sosial-politik yang sedang berkembang. Kondisi kehidupan bernegara yang tidak stabil dan moral politik yang korup dalam menjalankan fungsi kenegaraan. Secara moral fakta ini mendorong tuan guru untuk ikut terlibat dalam kancah perpolitikan nasional, dan lokal, tergantung derajat ketuan-guruannya (baca juga http://gururidho.blogspot.com/2009/03/istikharah-tuan-guru.html) Kehadiran tuan guru dalam dunia politik praktis,di harapkan dapat memperabaiki kondisi negara yang sudah tidak menentu, “landasan teologis dan bangunan sejarah negeri ini menjadi dasar pijakan kuat para tuan guru untuk masuk ke dalam dunia politik, ditambah dengan keberhasilan Tuan Guru Bajang sebagai gubernur Nusa Tenggara Barat (hasil pilkada 2008)

Yang menjadi persoalan sekarang ini adalah ketika tuan guru yang selama ini di dengar dan tidak boleh dibantah oleh para santri dan masyarakat karena mempunyai otoritas sentral dan kharismatik yang tinggi, jika mereka terlibat dalam penyalahgunaan kekuasaan, konsekuensinya mereka akan mendapatkan kritikan, protes dengan aksi massa, atau mungkin juga caci maki yang berpotensi besar menimbulkan konflik horizontal (massa pendukung fanatis dengan massa yang protest). Kenyataan ini juga, minimal akan berdampak pada empat hal; (1) tuan guru akan kehilangan pijakan legitimasi sebagai “ikon suci” ditengah masyarakat, (2) institusi ketuan-guruan akan mengalami demistifikasi yang secara lumrah berakibat pada pengurangan peran tuan guru dalam semua aspek, (3) tuan guru akan cenderung dicurigai karena telah terlibat pada wilayah kelompok kepentingan, (4) terjadi konflik berkepanjangan di masyarakat yang menghabiskan energy yang berlebihan yang akhirnya membuat pembangunan tidak maju-maju.

Tapi apapun juga, keterlibatan tuan guru dalam ranah politik praktis diharapkan mampu menjadi pemersatu ummat dan katalisator ke arah pembangunan yang bersih, transparan, dan beriman (bebas KKN). Wallahu'alam.source. gururidho.




Read More..

Selasa, 24 Februari 2009




KAMI KELUARGA BESAR PMII LOMBOK TIMUR MENGUCAPKAN SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU KEPADA MANTAN SEKERTARIS UMUM PMII PERIODE 2008 YANG TELAH MELEPAS MASA LAJANGNYA UNTUK MENGARUNGI BAHTERA RUMAH TANGGA DAN SEMOGA MENJADI KELUARGA YANG SAKINAH DAN AKAN MENCETAK KADER-KADER PMII BARU DI ERA MENDATANG.

"semoga ALLaH menghimpun yang terserak dari keduanya,memberikan mereka berdua dan kiranya ALLAH meningkatkan kualitas ketrurunan mereka,menjadikan pembuka pintu-pintu Rahmat,sumber ilmu dari hikmah serta pemberi rasa aman bagi Ummat"

(do'a Nabi Muhammad SAW pada pernikahan Fatimah Azzahra dengan Ali bin Abi Thalib)

Read More..